Perkembangan Akuntansi di Jepang


Jepang merupakan negara dengan budaya dan agama yang sangat kuat. Di Jepang terdapat perusahaan-perusahaan raksasa yang disebut Keiretsu. Keiretsu ini sudah ada sejak era Meiji dan pada saat era Meiji Keiretsu berganti nama menjadi Zaibatsu yang artinya adalah monopoli. Tetapi setelah perang dunia kedua, Zaibatsu berganti menjadi Keiretsu yang saat ini memiliki dua model yaitu keiretsu horizontal dan vertikal. Pada tahun 1990an, Jepang mengalami krisis yang disebut “Bubble Economy”, sehingga menyebabkan pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh pada standar pelaporan keuangan di Jepang.

Pada tahun 1990an dimana terjadi krisis, BADC yang merupakan lembaga yang bertanggung jawab dalam pembuatan standar akuntansi sesuai SEL (Securities and Exchange Law) diberikan perintah untuk mengevaluasi standar akuntansi pada saat itu agar pelaporan keuangan Jepang sesuai dengan standar akuntansi internasional. Anggota BADC diangkat oleh Kementrian Keuangan yang berasal dari kalangan akademisi, pemerintah, lingkaran bisnis, dan anggota Institut Akuntan Publik Jepang (JICPA). JICPA (Japanese Institute Certified Public Accountant) merupakan organisasi bagi para akuntan publik (CPA) di Jepang dan para CPA harus menjadi anggota JICPA.

Terdapat dua jenis auditor di Jepang, yaitu auditor wajib dan auditor independen. Sesuai dengan hukum komersial, auditor wajib memeriksa laporan keuangan dan skedul pendukung untuk perusahaan yang kecil hingga perusahaan besar. Sedangkan auditor independen hanya mengaudit perusahaan besar saja.

Laporan keuangan yang wajib dibuat oleh perusahaan yang berdiri berdasarkan hukum komersial, yaitu :

  1. Neraca
  2. Laporan Laba Rugi
  3. Laporan Usaha
  4. Proposal atas Penentuan Penggunaan Laba Ditahan
  5. Skedul Pendukung

Laporan-laporan diatas harus mendapatkan persetujuan dalam rapat tahunan pemegang saham.

Pada awal abad ke 20, standar akuntansi di Jepang dipengaruhi oleh ide-ide dari Jerman. Tetapi pada paru kedua, standar akuntansi Jepang telah terpengaruhi oleh ide-ide dari Amerika. Pada tahun 2001, FASF (The Financial Accounting Standards Foundation) didirikan di Jepang. Di bawah naungan FASF, ASBJ (The Accounting Standards Board of Japan) dibentuk sebagai lembaga independen sektor swasta yang bertanggung jawab dalam pengembangan standar akuntansi di Jepang. Pada tahun 2005, ASBJ mengumumkan proyek bersama dengan IASB (International Accounting Standards Board) dalam mencapai kesepakatan antara GAAP (prinsip akuntansi yang diterima umum) Jepang dengan standar akuntansi internasional (IFRS).

Jadi, standar akuntansi yang ada di Jepang sedang menuju ke arah IFRS adaptasi EU dan semua lembaga mempersiapkan penerapan standar akuntansi internasional tersebut.

 

Sumber :

Tanujaya, Edward (Penerjemah), 2005. Akuntansi Internasional. Edisi Kelima, Buku 1. Penerbit Salemba Empat. Jakarta

Gordon, Bill, 1999. A Critical of Japanese Accounting Changes Since 1997. Diambil di : http://wgordon.web.wesleyan.edu/. [Diakses tanggal : 22 Maret 2016]

Sawitri, Retno, 2012. Ekonomi Pembangunan Jepang Pasca 1945. Diambil di : http://retnosawitri.blogspot.co.id/. [Diakses tanggal : 22 Maret 2016]

Investopedia, 2009. Understanding Japanese Keiretsu. Diambil di : http://www.investopedia.com/. [Diakses tanggal : 22 Maret 2016]

JICPA. Accounting Standards (IFRS). Diambil di : http://www.hp.jicpa.or.jp/. [Diakses tanggal 22 Maret 2016]

 

*Apabila ada yang salah mohon untuk diberitahu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s