Analisa Laporan Keuangan Menggunakan Rasio Lancar


Pendahuluan

Setiap perusahaan membutuhkan laporan untuk melihat kondisi keuangan perusahaan. Pihak intern maupun ekstern membutuhkan laporan keuangan yang akan dianalisa untuk pengambilan keputusan terhadap perusahaan tersebut. Laporan keuangan sendiri mempunyai pengertian sebagai dasar untuk menentukan atau melihat posisi keuangan perusahaan.

Ada banyak alat untuk menganalisis laporan keuangan, salah satunya adalah menggunakan rasio likuiditas. Likuiditas memiliki pengertian sebagai kemampuan suatu perusahaan untuk memenuhi kewajiban finansialnya yang harus segera dipenuhi. Biasanya para investor maupun kreditur sebelum melakukan investasi ataupun meminjamkan dana, mereka melihat tingkat likuiditas perusahaan tersebut. Tingakt likuiditas ini sangat penting karena untuk melihat tingkat kemampuan perusahaan dalam membayar semua kewajiban-kewajibannya atau hutang-hutangnya.

Kemampuan membayar suatu perusahaan baru dapat diketahui jika membandingkan kekuatan membayar dengan kewajiban-kewwajibannya yang harus segera dipenuhi. Suatu perusahaan yang memiliki kemampuan untuk membayar dinamakan “likuid”, sedangkan perusahaan yang tidak memiliki kekuatan membayar dinamakan “illikuid”.

Likuiditas dapat diketahui dari neraca dengan membandingkan aktiva lancar (current assets) dengan kewajiban lancarnya (current liabilities). Hasil perbandingan tersebut biasa disebut rasio lancar (current ratio). Rasio lancar ini yang akan penulis gunakan untuk menganalisa laporan posisi keuangan (neraca). Adapun neraca yang akan digunakan oleh penulis adalah neraca PT. Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk tahun 2013, 2012, dan 2011.

Sekilas mengenai PT. Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk, perusahaan ini adalah perusahaan yang terlibat dalam pembuatan kertas. Bisnisnya diklasifikasikan ke dalam dua segmen, yaitu : produk kertas, termasuk kertas print; kertas tulis, dan produk kertas lainnya.

Pembahasan

 Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, rasio lancar dapat dicari dengan membandingkan aktiva lancar dengan kewajiban lancar. Rasio lancar digunakan untuk mengukur kesanggupan suatu perusahaan untuk memenuhi kewajibannya. Rumus untuk rasio lancar adalah :

Rasio lancar = aktiva lancar / kewajiban lancar

Apabila suatu perusahaan sudah menyediakan ikhtisar keuangan perusahaan, dimana dalam ikhtisar tersebut telah diketahui rasio lancarnya, maka hanya tinggal dilakukan analisis saja. Tetapi apabila tidak terdapat ikhtisar keuangannya, rasio lancar dapat dihitung menggunakan rumus diatas. Berikut adalah neraca dan iktisar keuangan PT. Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk :

Asset

Liabilities

Ikhtisar Keuangan

Dari gambar diatas, terlihat jumlah aktiva lancar pada neraca tahun 2013 berjumlah 1.198.904, tahun 2012 berjumlah 1.262.551, dan tahun 2011 berjumlah 1.150.989. Untuk kewajiban lancarnya, pada tahun 2013 berjumlah 515.493, tahun 2012 berjumlah 524.443, dan tahun 2011 berjumlah 598.290. Untuk menghitung rasio lancar, yaitu sebagai berikut :

1. Pada tahun 2013 adalah :

Rasio lancar     = aktiva lancar / kewajiban lancar

= 1.198.904 / 515.493

= 2,326

Bisa juga dilakukan perhitungan seperti ini :

1.198.904 : 515.493

2,326        : 1

Atau jika ingin dijadikan persentase, maka :

2,326 x 100% = 232,6%

Analisa : setiap hutang lancar atau kewajiban sebesar Rp 1 harus dijamin dengan aktiva lancar sebesar Rp 2,326.

2. Pada tahun 2012

Rasio lancar     = aktiva lancar / kewajiban lancar

= 1.262.551 / 524.443

= 2,407

Bisa juga dilakukan perhitungan seperti ini :

1.262.551 : 524.443

2,407        : 1

Atau jika ingin dijadikan persentase, maka :

2,407 x 100% = 240,7%

Analisa : setiap hutang lancar atau kewajiban lancar sebesar Rp 1 harus dijamin dengan aktiva lancar sebesar Rp 2,407.

3. Pada tahun 2011

Rasio lancar     = aktiva lancar / kewajiban lancar

= 1.150.989 / 598.290

= 1,924

Bisa juga dilakukan perhitungan seperti ini :

1.150.989 : 598.290

1,924        : 1

Atau jika ingin dijadikan presentase, maka :

1,924 x 100% = 192,4%

Analisa : setiap hutang lancar atau kewajiban lancar sebesar Rp 1 harus dijamin dengan aktiva lancar sebesar Rp 1,924.

Kesimpulan 

Perbandingan rasio lancar 2 : 1 dalam suatu perusahaan, oleh investor sudah dipandang memadai. Tetapi pedoman rasio lancar 2 : 1 atau 200% bukanlah pedoman yang mutlak, dan hanya didasarkan pada prinsip hati-hati untuk likuiditas suatu perusahaan.

Apabila suatu perusahaan menetapkan pedoman rasio lancar sebesar 200% atau memiliki perbandingan 2 : 1 sebagai rasio minimum yang akan dipertahankan, maka perusahaan dalam penarikan kredit jangka pendeknya juga harus selalu didasrkan pada pedoman tersebut. Setiap perusahaan harus mengetahui berapa kredit jangka pendek maksimum yang boleh ditarik agar pedoman rasio lancar tidak dilanggar.

Dari hasil perhitungan sebelumnya, rasio lancar untuk PT. Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk sudah cukup memadai, walaupun pada tahun 2011 tingkat rasio lancarnya hanya mendekati 200%. Bagi para investor dan kreditur dapat menginvestasikan dan memberikan kredit pada perusahaan karena tingkat rasio lancarnya sudah diatas 200%, karena perusahaan tersebut mempunyai kemampuan membayar sehingga mampu memenuhi kewajiban finansialnya. Tetapi perisahaan juga harus melihat batas rasio minimum yang harus diipertahankan atau batas maksimum kredit yang dapat diterimanya.

Dalam mengukur tingkat likuiditas dengan menggunakan rasio lancar sebagai alat ukurnya, maka tingkat likuiditas atau rasio lancar perusahaan dapat dipertinggi dengan cara :

  1. Dengan kewajiban lancar atau hutang lancar tertentu, diusahakan untuk menambah aktiva lancar.
  2. Dengan aktiva lancar tertentu, diushakan untuk mengurangi jumlah kewajiban lancar atau hutang lancar.
  3. Dengan mengurangi jumlah kewajiban lancar atau hutang lancar bersama-sama dengan mengurangi aktiva lancar.

Daftar Pustaka 

Indriani, Epi. (2011). Akuntansi untuk Orang Awam & Pemula. Jakarta : Niaga Swadaya.

Riyanto, Bambang. (2010). Dasr-Dasar Pembelanjaan Perusahaan. Yogyakarta : BPFE-YOGYAKARTA

Sinarmas – PT. Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (2013). Annual Reports. From http://www.asiapulppaper.com/investors/annual-reports, 25 Desember 2014

Ccaccounting (2012).             Pengertian.      From https://ccaccounting.wordpress.com/2012/09/30/pengertian/, 25 Desember 2014

Sinarmas – PT. Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (2013). Financial Statement. From http://www.asiapulppaper.com/investors/financial-statements, 26 Desember 2014

Dwi Suryanto, Ph.D. Tips Membaca Laporan Keuangan Secara Mudah. From http://www.pemimpinunggul.com/laporan_keuangan.html, 26 Desember 2014

Markets.ft.      Business          Profile.            From http://markets.ft.com/research/Markets/Tearsheets/Business-profile?s=TKIM:JKT,           26 Desember 2014

Ally Akbar (2005). Pengaruh Net Working Capital (Modal Kerja Bersih) Terhadap Current Ratio (Rasio Lancar) Pada PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk. From http://elib.unikom.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=read&id=jbptunikompp-gdl-s1-2005-allyakbar2-1358, 26 Desember 2014

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s