Kasus Pembobolan Dana Nasabah Citibank-Melinda Dee


Nama          : Kamalia Purwitaningsih

NPM           : 24212019

Kelas          : 2EB17

Kasus

Kasus pembobolan dana nasabah Citibank pada tahun 2011 banyak menyita perhatian masyarakat. Pelaku dari pembobolan ini bernama Inong Melinda atau yang lebih dikenal dengan nama Melinda Dee selaku mantan Relationship Manger Citigold yang memiliki gaya hidup mewah bersama suaminya yang seorang artis bernama Andhika Gumilang. Dalam melakukan aksinya, ia dibantu oleh suami, adiknya yang bernama Visca Lovitasari, suami dari adiknya yang bernama Ismail, beberapa bawahannya, dan pemimpin perusahaan yang didirikannya.

Menurut pernyataan salah satu karyawan yang bekerja disana, Melinda Dee merupakan seorang karyawati Citibank senior yang sudah menangani nasabah kurang lebih 15 tahun. Melinda Dee dikenal sebagai karyawati yang piawai dalam mengelola hubungan dengan para nasabah, sehingga ia mendapat kepercayaan khusus untuk menangani para nasabah yang memiliki deposito di atas Rp500 juta.

Untuk mendapatkan kepercayaan dari para nasabahnya, Melinda Dee melayani mereka secara istimewa. Hal ini tidak dilakukannya dalam waktu singkat, tetapi dalam waktu lama dan terus-menerus sampai mendapat kepercayaan dari nasabah. Melinda Dee sangat pintar dalam melihat pola transaksi para nasabahnya, kemudian ia menyodorkan blanko kosong untuk ditandatangani. Blanko kosong inilah yang dipakai untuk menarik dana dengan meminta bantuan salah satu bawahannya untuk mentransfer uang tersebut ke empat perusahaannya. Untuk menyamarkan bukti kejahatannya, Melinda Dee memalsukan kepemilikan perusahaannya dengan nama orang lain. Dari perusahaan-perusahaannya, Melinda dapat menarik dana untuk kepentingan pribadi, suaminya, adiknya, dan suami adiknya. Untuk menyimpan semua uang itu, Andhika membuka banyak rekening dengan menggunakan identitas berbeda dan KTP palsu.

Kejahatan Melinda berakhir pada tanggal 23 Maret 2011 ketika delapan penyidik yang berasal dari Direktorat Ekonomi Khusus Badan Reserse dan Mabes Polri menangkapnya di kawasan SCBD Jakarta Selatan. Polisi menetapkan Melinda sebagai tersangka setelah mendapat laporan dari beberapa nasabah. Polisi menduga dana yang berhasil dibobol sebesar Rp 17 miliar, tetapi ini baru sebagian nasabah yang melapor kepada polisi. Kelurga dan rekannya yang terlibat pun ikut ditangkap karena tealah membantu, menyimpan, dan melakukan pencucian uang. Polisi juga menyita sejumlah bukti berupa dokukmen, uang tunai, mobil mewah, dan ratusan item.

Adapun Andhika, suami Melinda, didakwa pasal 6 ayat 1 huruf a, b, d, f yaitu UU mengenai tindak pidana pencucian uang juncto pasal 65 ayat 1 KUHP, pasal 5 ayat 1 yaitu UU mengenai pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang juncto pasal 65 ayat 1 KUHP, dan pasal 263 ayat 2 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. Sedangkan untuk adiknya, Visca, dan suaminya didakwa menyimpan uang dari Melinda. Untuk rekan-rekannya diadili karena ikut membantu dalam kejahatan yang dilakukan Melinda.

Untuk Melinda sendiri, ia dijerat pasal 49 ayat 1 dan 2 UU No. 7 tahun 1992 sebagaimana diubah dengan UU No.10 tahun 1998 tentang perbankan dan atau pasal 6 UU No.15 tahun 2002 sebagaimana diubah dengan UU No. 25 tahun 2003 sebagaimana diubah dengan UU No. 8 tahun 2010 tentang tindak pidana pencucian uang. Melinda pun dihukum dengan hukuman 8 tahun penjara dan denda sebesar Rp10 miliar.

 

Pendapat

  1. Adanya kasus pembobolan dana nasabah ini dapat mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap bank sehingga akan menurunkan tingkat saving di bank.
  2. Sistem keamanan bank masih terlau lemah. Karena kasus seperti ini biasanya banyak melibatkan pihak internal yang mengetahui celah-celah keamanan bank, tetapi tidak menutup kemungkinan adanya pihak eksternal.
  3. Lemahnya pengawasan dan koordinasi dari BI. Akses BI terhadap bank sangat terbatas, sehingga hal ini perlu dibenahi. Untuk kedepannya BI jangan hanya mengandalkan laporan keuangan dari bank saja, tetapi juga laporan lain. Selain itu, keterbatasan SDM juga mempersulit pengawasan di kantor-kantor cabang terutama di daerah.
  4. Memperketat sistem perekrutan karyawan bank. Pilihlah SDM yang memiliki selain skill dan pengetahuan yang cukup luas, juga perilaku jujur dan komitmen yang tinggi pada profesinya.
  5. Kasus ini dapat menimbulkan kerugian dan dampak buruk bagi Citibank khususnya pada manajemen likuiditasnya, yaitu kemampuan manajemen bank untuk memenuhi semua kewajiban. Resiko yang timbul adalah pendanaan dan resiko bunga.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s