Bentuk-Bentuk Badan Usaha (2)


Lembaga Keuangan

A. Lembaga Keuangan Bank

Lembaga yang kegiatannya menghimpun dana dari pihak yang memiliki dana lebih untuk disalurkan kepada pihak yang kekurangan dana. Bank juga disebut financial intermediance yang berarti perantara keuangan. Dengan adanya bank, maka nasabah maupun surplus (pihak yang memiliki dana berlebih) dapat meminjamkan dananya bagi pihak yang butuh dana tanpa menanggung beban kerugian, karena risiko kerugian telah dipindahkan kepada pihak bank (transfer risk). Kegiatan ini sebenarnya dapat dilakukan tanpa melalui perantara bank, dengan bertemu langsung pihak yang kekurangan dana, tetapi kegiatan langsung seperti ini biasanya akan merugikan pihak surplus.

Sistem yang ada pada bank adalah bagi pihak yang memiliki dana berlebih menitipkan dananya ke bank. Bank memiliki 3 cara untuk menyimpan dana para nasabahnya, yaitu :

1. Saving Deposito, yaitu dana yang disetorkan hanya untuk disimpan saja dan akan mendapatkan bunga tatap.

2. Demand Deposit, yaitu dana yang dapat diambil setelah jatuh tempo atau yang biasa disebut giro.

3. Time Deposit, yaitu menyetorkan dananya kemudian akan mendapatkan bunga dengan waktu yang telah ditentukan.

Dengan dana yang telah terkumpul dari pihak surplus, maka bank akan menawarkan modal kepada pihak yang membutuhkan dengan cara kredit. Para debitur yang meminjam dana di bank akan dibebankan bunga sesuai kebijakan bank.  Bunga yang didapatkan dari para debitur akan dibagi dua oleh bank untuk membayar bunga nasabah.

B. Lembaga Keuangan Non-Bank

Lembaga keuangan bukan bank, merupakan lembaga-lembaga keuangan yang melaksanakan kegiatan pelayanan jasa keuangan dan menarik dana dari masyarakat secara tidak langsung (non-depository). Adapun lembaga-lembaga non bank yang ada di Indonesia saat ini diantaranya adalah :

1. Pasar modal, merupakan tempat pertemuan dan transaksi antara pencari dana dan penanam modal, dengan instrumen utama adalah saham dan obligasi.

2. Pasar uang, merupakan tempat untuk memperoleh dana dan investasi dana.

3. Koperasi simpan pinjam, yaitu koperasi yang menghimpun dana dari anggotanya dan kemudian menyalurkannya kembali kepada anggota koperasi dan masyarakat umum.

4. Perusahaan pegadaian, yaitu lembaga keuangan yang memiliki fasilitas pinjaman dana dengan jaminan tertentu.

5. Perusahaan sewa, dalam lembaga keuangan ini lebih ditekankan pembiayaan barang-barang modal yang diinginkan oleh nasabahnya.

6. Perusahaan Asuransi, merupakan perusahaan yang bergerak dalam usaha pertanggungan.

7. Perusahaan anjak piutang, merupakan usaha yang mengambil alih pembayaran kredit suatu perusahaan dengan cara mengambil kredit bermasalah.

8. Perusahaan modal ventura, merupakan pembiayaan terhadap perusahaan-perusahaan yang usahanya berisiko tinggi.

9. Perusahaan pengelola dana pensiun.

10. Lembaga pembiayaan pembangunan.

11. Lembaga perantara penerbit dan perdagangan surat-surat berharga.

 

Sumber :

http://mahrisip.blogspot.com/2012/03/rangkuman-lembaga-keuangan-non-bank-dan.html

http://bayu96ekonomos.wordpress.com/modul-sim/bank-lembaga-keuangan-lain-2/

http://qaribaz.blogspot.com/2012/03/lembaga-keuangan-bank.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s